craftmantalk

Budaya turisme dan turisme budaya menjadi dua isu sentral yang akan dieksplorasi pada Craftmantalk seri pertama ini. Untuk mengeksplorasi kedua isu tersebut, kami mengundang dua orang pembicara serta dua orang penanggap dari latar belakang yang berbeda.
Pembicara pertama, Lisistrata Lusandiana, akan membagikan pembacaannya yang kritis atas budaya turisme dan turisme budaya. Lisis sempat melakukan penelitian yang cukup serius mengenai turisme untuk kepentingan tesisnya. Bagi Lisis, dalam perkembangan kajian wisata sejauh ini, secara garis besar bisa dikategorikan ke dalam dua kelompok. Pertama, kajian wisata yang mendukung praktik wisata (dari disiplin ekonomi, manajemen, bisnis) dengan menempatkannya sebagai industri. Kedua, kelompok peneltian atau pengkajian yang mengkritik aneka dampak negatif yang muncul dari industri wisata, entah ekologi, sosial, maupun budayanya. Lisis hendak menawarkan satu bentuk pembacaan yang kritis tapi tetap berupaya menunjukkan kompleksitas dari isu ini. Persoalan politik identitas (dalam hal ini politik identitas backpacker) menjadi isu pokok yang akan dia ulik sekaligus menjadi pintu masuk untuk membaca turisme secara lebih general.
Pembicara kedua, Mie Cornoedus, akan berbagi gagasan soal sustainable tourism yang ia dorong di Via Via Café. Sustainable tourism digagas atas dasar kegelisahan pada praktik industri wisata yang massif dan punya dampak negatif bagi lingkungan serta masyarakat lokal. Bersama dengan operator tur di Belgia, Joker, dikembangkanlah sebuah gagasan untuk membuat café yang dikemas sebagai ruang pertemuan, yang tersebar di beberapa negara di mana ide sustainable tourism bisa diimplementasikan. Setelah Via Via Café terbentuk di Belgia, Mie pindah ke Indonesia dan mendirikan Via Via Café di Kota Jogja, café pertama dengan konsep serupa di luar Belgia. Konsep sustainable tourism di Via Via mendorong sebuah praktik wisata alternatif yang sadar lingkungan, sadar sosial dan budaya setempat. Karena itu juga, Via Via memberi ruang yang cukup luas pada seniman maupun komunitas seni di Jogja untuk menggelar proyek-proyek seninya. Menarik untuk melihat lebih jauh seperti apa Mie mengembangkan dan mengimplementasikan konsep sustainable tourism-nya dalam konteks Jogja.
Sebagai pembanding, kami mengundang Elia Nurvista–seniman dan inisiator kelompok Bakudapan–dan Karina Roosvita–dari Story Inc. Belum lama ini keduanya bekerja bersama untuk menyelenggarakan ‘Prawirotaman Project’, yang punya irisan yang cukup kuat dengan isu turisme, di mana Via Via menjadi fasilitatornya.
——————-
Craftmantalk adalah program diskusi serial yang diinisiasi oleh Galeri Lorong. Program ini didorong untuk menjadi ruang eksplorasi serta percakapan kritis seputar isu-isu termutakhir dalam bidang seni dan kebudayaan.
——————-
Lorong adalah ruang aktivitas alternatif di Yogyakarta yang terdiri dari ruang galeri, warung, homestay, ruang pertemuan, dan stockroom. Ruang ini dikelola oleh sekelompok orang dari berbagai latar belakang disiplin, dan difungsikan sebagai jembatan serta penghubung berbagai bentuk aktivitas kreatif.

Kontak: galerilorong@gmail.com

Belum ada komentar.

Berilah komentar pertama dengan mengisi formulir berikut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *