Event

Kriya dipahami sebagai disiplin yang berbasis pada medium. Sementara sebagai sebuah praktik kultural, kriya eksis di dalam oposisinya dengan konsepsi modern(isme) tentang seni. Pembicaraan soal kriya hampir selalu dikaitkan dengan skill, teknik, fungsi, serta proses dan material yang sangat spesifik. Ia terhubung dengan aktivitas fisik ketimbang gagasan abstrak. Lantas, bagaimana kita akan menempatkan kriya sebagai sebuah perspektif atau konsep?
Proyek ini berkepentingan untuk mengulik pertanyaan tersebut di atas melalui beragam modus artistik. Kriya kami tempatkan tidak hanya sebagai cara kerja, tetapi juga sebagai alat baca. Tidak hanya kerja yang melibatkan tubuh, tetapi juga digerakkan gagasan abstrak atau bahkan menjadi gagasan itu sendiri. Ia hadir di dalam proses–resonansi antara material, gambaran tentang objek dan alat-alat yang digunakan untuk mewujudkannya–serta relasi antar-subjek di dalam proses pengerjaannya. Ia terkait dengan kebiasaan, sikap, dan pendekatan.
Kami berupaya mengekstraksi konsep kerja kriya untuk diterapkan pada bermacam praktik dan objek di luar dari batasan-batasan “mediumnya”. Utak-atik dan gubahan benda-benda, entah dari sesuatu yang estetis menjadi bernilai-guna (fungsional) atau sebaliknya, hingga sekadar dolan untuk memunculkan kesenangan (playful). Melaui eksperimen-eksperimen ini kami berharap bisa sedikit mengurai potensi pengembangan praktik dan wacana tentang kriya.

Seniman:

Ahadi Bintang
Hayyi Al Qayyuni
Ipeh Nur
Luqi Lukman
Natasha Gabriella Tontey
Prihatmoko Moki

Pembukaan pameran
Sabtu, 16 Desember 2017
19:00 WIB

Pameran berlangsung
16 Desember 2017 – 20 Januari 2017

Di
Galeri Lorong

Selasa – Minggu
10:00 – 17:00 WIB

Senin by Appointment
+6285702741295
(Mara)