Gallery

Galeri Lorong diarahkan untuk menjadi ruang aktivitas multilayer, yang memfasilitasi seniman dan dunia kreatif dari berbagai disiplin dan generasi, serta berupaya untuk menjembatani atau menghubungkan berbagai bentuk kerja seni dan kreativitas yang beragam. Lorong tidak berkepentingan untuk sekadar menjadi ruang pajang-memajang karya, melainkan juga sebagai ruang percakapan kritis mengenai isu-isu seni dan kebudayaan. Secara khusus, Galeri Lorong bekerja melalui jendela seni kerajinan atau craft, baik dalam aktivitas pameran maupun pengkajiannya.

Tujuan dan Arah Program

Dalam lokus kerjanya, Galeri Lorong menempatkan craft sebagai teks–yang terbuka untuk dieksplorasi atau dibicarakan oleh siapapun. Craft tidak hanya ditampilkan sebatas pada berbagai bentuk medium maupun materialnya, tetapi juga dikaji, diteliti, dibicarakan, dan ditafsirkan ulang. Galeri Lorong berusaha untuk menarik craft ke dalam semesta pembicaraan yang lebih luas, dengan menilik pada praktik maupun wacana yang selama ini masih jarang disentuh dalam medan seni rupa kiwari Indonesia.

Galeri Lorong menempatkan craft sebagai laku kolaborasi. Ia bukan sekadar identifikasi atas bentuk artistik tertentu, atau bentuk-bentuk karya dengan material tertentu, melainkan pada relasi antar-manusia dalam proses pengerjaannya. Dengan kata lain, Galeri Lorong senantiasa mendorong praktik seni yang bertumpu pada proses kerja dan eksplorasi isu bersama.

 

Bentuk Program

Galeri Lorong berupaya untuk menghindar dari segala bentuk eksotisasi dan glorifikasi terhadap karya-karya craft. Karena itu, di dalam program-programnya, Lorong selalu membuka ruang-ruang dialog yang kritis dan eksplorasi secara terus-menerus terhadap berbagai isu tentang craft. Setiap tahun, Galeri Lorong mengerjakan dua program besar, yakni program publik dan annual program. Program publik terdiri dari dua mata kegiatan, yaitu pameran dan diskusi serial (Craftman-talk).

Ada empat-lima pameran yang akan dilangsungkan setiap tahunnya, baik yang secara spesifik berangkat dari craft sebagai medium dan bentuk, maupun ragam eksperimentasi atau eksplorasi yang dilakukan oleh seniman dan atau kelompok seniman. Setiap pameran akan disertai dengan kegiatan wicara seniman, sebentuk presentasi proyek atau presentasi kerja artistik dari seniman yang terlibat. Sementara untuk diskusi serial, yang kami namai “Craftman-talk”, akan diselenggarakan sebanyak lima kali. Kegiatan ini menjadi ruang perbincangan kritis mengenai beragam isu dalam seni rupa kiwari Indonesia, khususnya Yogyakarta. Adapun annual program Galeri Lorong, dikemas dalam bentuk penelitian tentang craft.